Jumat, 24 Desember 2010

PENTINGNYA PENDIDIKAN ISLAM SEJAK DINI

(Muhammad Shaleh)

PENDAHULUAN
Allah swt telah menurunkan syariat Islam bagi umat manusia untuk merealisasikan kepentingan mereka di dunia dan di akhirat. Semua yang berkaitan dengan kepentingan manusia di dunia dan di akhirat telah digariskan syari’at Islam, baik yang berkaitan dengan cara memperolehnya, cara memeliharanya, serta cara menjaganya. Begitu juga dengan hal-hal yang merusak kehidupan manusia, Allah telah memberikan petunjuknya kepada mereka agar menghindari dan menjauhkan diri darinya. Semua itu untuk mengangkat martabat manusia menjadi khalifah Allah di muka bumi sekaligus untuk kebahagiaannya.
Untuk itu, Islam sangat memperhatikan terhadap perkembangan jiwa manusia, terutama pengawasan yang menyeluruh terhadap pendidikan yang meliputi pendidikan terhadap individu dan masyarakat. Juga tahap perkembangan manusia, yaitu sejak dari masa konsepsi, kelahiran, masa tumbuh kembang, kanak-kanak, remaja, dewasa (awal), hingga masa tua (dewasa menengah hingga akhir).
Islam juga menjelaskan dengan tepat dan ketat tentang cara mendidik dan mengajar, serta menetapkan bagi mereka yang mampu untuk melaksanakannya dengan tanggung jawab penuh.
Islam sangat memperhatikan secara khusus terhadap anak-anak dan pemuda, karena mereka adalah subjek pendidikan serta mereka adalah anggota keluarga yang berhak mendapatkan lebih banyak pendidikan dan pengajaran; untuk merealisasikan cita-cita mereka dengan sempurna. Juga karena tanggung jawab terhadap pendidikan serta pengajaran anak-anak berada di tangan keluarga yang lain. Juga karena anak anak dan pemuda adalah generasi masa depan, dan harapan umat. Bantuan terhadap urusan mereka akan mengarahkan perjalanan umat serta masyarakat, juga bangsa dan kemanusiaan dalam kemajuan maupun kemunduran.
A. Pendidikan Islam Pada Tahap Remaja
Secara garis besar buku yang berjudul “Pentingnya pendidikan Islam sejak Dini” yang ditulis oleh Dr. Muhammad Zuhaili ini dapat di bagi menjadi dua bagian besar, yaitu pendidikan Islam terhadap remaja dan pendidikan Islam terhadap pemuda.
Anak adalah hadiah dari Allah swt. Anak adalah penerus kehidupan manusia di muka bumi. Ia adalah cabang dari pohonnya, buah dari tanamannya. Sehingga seseorang yang diharapkan untuk menjadi lebih baik darinya adalah anaknya sendiri.
Mereka juga amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Mereka titipan yang ditipkan selama beberapa waktu. Karena itu mereka para orang tua harus menjaganya, memeliharanya dan mengarahkannya pada syari’at yang diperintahkan-Nya. Inilah hak anak terhadap orang tua yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, para orang tua wajib memberikan pendidikan yang baik, bimbingan, serta pengajaran untuk anak-anaknya, mempersiapkan, membudayakan dan mengarahkan mereka kepada jalan yang diridhai Allah swt. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi mukmin yang shahih, sesuai dengan fitrahnya sebagaimana ketika mereka dahulu dilahirkan.
Pengaruh orang tua terhadap perkembangan Anak-anaknya sangatlah besar. Terlebih ketika masih usia anak-anak sampai usia remaja. Di masa-masa ini, mereka lebih banyak membutuhkan pengarahan, bimbingan serta kontrol dari mereka. Dan yang tak kalah pentingnya adalah keteladanan dari para orang tua. Karena pada masa-masa tersebut mereka lebih suka meniru dan kondisi mentalnya sangat labil, mudah terbawa arus.
Jika di masa-masa ini para orang tua tidak mengerahkan segala kemampuannya untuk membimbing, memberi contoh yang baik, mendidiknya dengan pendidikan iman yang sempurna, maka jangan salahkan mereka kalau kelak mereka menjadi musuh bagi mereka para orang tua.
Ibnu Qayyim Al-Jauziya pernah berkata: “siapa yang mengabaikan untuk mendidik anak-anaknya dengan apa yang bermanfaat baginya, dan meninggalkannya dalam kesia-siaan maka buruklah baginya seburuk-buruk keadaan. Kebanyakan anak rusak karena kesalahan dan pengabaian orang tua, mereka tidak mengajarkan hal-hal yang wajib dilakukan dalam agama juga hal-hal yang sunnah untuk dilakukan. Mereka pun kehilangan anak-anaknya sejak saat mereka masih kecil. Mereka tidak berguna bagi diri mereka sendiri. Orang tuanya pun tidak memetik manfaat dari mereka saat mereka dewasa. Sebagian orang tua menyalahkan anak-anaknya karena membangkang mereka. Maka berkatalah sang anak “ wahai orang tuaku! Engkau tidak menertibkanku waktu aku kecil, maka jadilah aku pembangkang saat aku berebjak dewasa. Engkau tidak menganggapku saat aku masih kecil, maka aku pun menyingkirkanmu saat engkau tua.”
Oleh karena tujuan yang mulia inilah Islam memprogramkan program-program dalam mendidik anak, yaitu: memilih pasangan hidup dengan baik, perawatan bayi yang baru lahir,perawatan anak dari kecil, memulai pendidikan dan pengarahan anak dari kecil, pengetahuan tentang halal dan haram, mempraktikkan ibadah, membangun hubungan kemasyarakatan yang kuat, menghafal al-Qur’an, menyamaratakan anak-anak, teladan yangbaik, bergantung hanya kepada Allah. Itulah beberapa program Islam dalam mendidik anak yang perlu dilakukan oleh para orang tua.
Setelah para orang tua telah melakukan kewajibannya, yaitu mendidik mereka dengan baik, maka pendidikan selanjutnya harus diberikan oleh masyarakatnya. Peran masyarakat tidak bisa diremehkan dalam memberikan pengaruh kepada mereka, sebab pengaruh yang besar terhadap moral anak justru didapatkan di masyarakat. Banyak nilai-nilai yang sangat bertentangan dengan nilai-nila yang didapati dirumahnya. Di sinilah akan menentukan keberhasilan pendidikan yang dilakukan oleh para orang tua yang selama ini dilakukan di rumahnya. Ketika anak-anak tetap pada nilai-nilai Islam di saat berhadapan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan yang diajarkan dirumahnya, berarti pendidikan orang tuanya telah berhasil.
Karena itu, syari’at Islam mendirikan dasar amar ma’ruf dan nahi mungkar dalam kerangka individu maupun komunitas, pada tingkat khusus maupun umum, untuk menjamin bimbingan yang benar dan menciptakan iklim yang kondusif. Meyiapkan lingkungan yang subur, agar umat dan masyarakat melaksanakan tanggung jawab pendidikan serta bimbingan menuju kebaikan, kebenaran dan kesadaran. Melihat begitu pentingnya peran masyarakat dalam keajuan pendidikan ini, maka islam menjadikan majid sebagai basis sentral untuk tempat pendidikan dan sekaligus sumber penyebaran dan pengarahan.
Sekolah sebagai pihak ketiga keluarga dan masyarakat, menempati posisi yang penting dalam pendidikan anak. Bahkan hasil pendidikan di sekolah bisa lebih baek atau sangat baek dari pendidikan di keluarga. Oleh Karena itu, sekolah juga memikul tanggung jawab dalam mempersiapkan manusia yang shalih dan membangun generasi yang lebih maju. Sekolah dapat melaksanakan tugas sucinya melalui kurikulum pendidikan, buku-buku pendidikan, serta guru-guru yang menjadi pendidik mereka.
B. Pendidikan Islam Pada Pemuda
Ketika masa kanak-kanak selesai, orang tua telah melaksanakan kewajibannya dalam mendidik, mempersiapkan, dan mengarahkan anak-anak. Lalu anak- beranjak dewasa dan mencapai tingkatan kesempurnaan, baik fisik maupun akalnya telah matang. Ia menjadi pemuda yang kuat dan kokoh. Tanggung jawab dalam pendidikan pun terbagi dengan sendirinya. Orang tua hanya sedikit menyisakan tanggung jawab bagi mereka dalam mengikuti perjalanan pendidikannya. Ikut serta dalam bagian yang lebih besar adalah peran sekolah, para guru dan masyarakat. Para orang tua atau orang dewasa harus membimbing mereka dengan penuh kasih sayang.
Pemuda itu sendiri memikul tanggungjawab di hadapan Allah swt. Dan di hadapan masyarakat serta umat. Karena itu Islam mengutamakan bimbingan yang sempurna untuk pemuda dan mengarahkan mereka secara langsung.
Islam menjelaskan kepada mereka beberapa ketentuan khusus tentang mereka dan menunjuki mereka kepada jalan kebaikan dan keutamaan. Memperingatkan mereka dari kejahatan setan beserta sekutunya. Islam menampakkan celah berbahaya yang membawa mereka dalam penyelewengan dan kerusakan, yaitu nafsu syahwat.
Islam telah membimbing pemuda kepada ketaatan dan ibadah, untuk menjaga mereka pada masa yang penting ini baik secara fisik, pemikiran, kejiwaan dan emosiaonal dari tergelincir kepada nafsu yang hina dan kerusakan, seperti yang tampak pada masa sekarang ini. Waktu dan tempat mereka penuh dengan kemungkaran dan kesia-siaan.
Ibadah berfungsi menertibkan kehidupan pemuda dan menghadapkan pemikirannya untuk tunduk serta taat hanya kepada penciptanya. Ia adalah sistem pendidikan ilahi yang membantu pemuda untuk memanfaatkan waktu serta sumber dayanya guna mewujudkan tujuan dan harapan tertinggi, juga ambisinya dalam kehidupan.
Dengan melihat kematangan seksualnya, kekuatan yang nyata padanya, dan sumber daya yang dimilikinya, maka Islam mengarahkan sumber daya tersebut di jalan yang benar yang sudah diatur yang tentu saja jalan tersebut akan mendatangkan manfaat baik bagi individu pemuda maupun masyarakat secara keseluruhan, yaitu “pernikahan”. Dengan metode ini, yaitu mengizinkan pemuda untuk menikah merupakan tindakan yang mampu menjaga kukuatan dan sumber dayanya, serta memelihara dalam waktu yang tepat.

PENUTUP
Islam memerintahkan para orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang benar sebagaimana yang dituntunkan Islam. Mereka harus berusaha keras mendidik anak-anak mereka agar kelak menjadi pemuda harapan semua umat.
Islam memberikan banyak keutamaan bagi pemuda yang shalih, ta’at beragama. Mengistimewakan mereka, menempatkan mereka di barisan yang terpilih disisi Tuhannya (Bukhari-Muslim). Hal ini karena masa muda adalah masa yang menempati posisi yang penting dalam kemajuan umat di masa yang akan datang, juga banyaknya rintangan dan tantangan yang dihadapi oleh mereka. Di mana pada masa ini mereka tidak sedikit yang melakukan penyimpangan-penyimpangan; baik penyimpangan pada aspek pemikiran, perilaku seksual, keyakinan dll.
Wallahu a’lam.
(Diresume dari buku Pentingnya pendidikan Islam Sejak Dini, karangan Dr. Muhammad Zuhaili)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

apa komentarmu?