Rasa galau adalah rasa yang fitrawi.
Rasa itu dialami oleh semua manusia yang hidup. Orang yang mengalami kegalauan
dalam hidupnya adalah sesuatu yang lumrah. Bila kita merasakan hal itu, tidak
usah khawatir secara berlebihan supaya ga dibilang lebai. (hehehe)
Pada tulisan
sebelumnya telah dijelaskan bahwa untuk menghilangkan dan mengendalikan rasa
galau yang berlebihan adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Seperti
membaca kalimat-kalimat thayyibah; membaca subhanallah, al-hamdulillah,
allahu akbar dll.
Selain itu,
di antara jenis dizikir yang utama adalah membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an
diturunkan Allah untuk dijadikan sebagai pedoman, panduan, pembimbing,
petunjuk, rahmat bagi manusia.
Al-Qur’an
adalah kalam atau firman Allah yang mulia. Ia berbeda dengan Hadits. Membaca Al-Qur’an
mendapat pahala (al-muta’abbad bi tilawatihi) sedangkan hadits tidak.
Al-Qur’an
adalah obat (syifa’) bagi yang sakit. Tidak hanya obat tuk sakit hati dan psikis
(kejiwaan) tapi juga fisik. Orang yang mengalami goncangan jiwa, ketidak
tenangan, kegalauan, dan perasaan-perasaan yang tidak mengenakkan lainnya dapat
ditenangkan dengan membaca Al-Qur’an. Allah telah memberitahukan kepada kita
mengenai hal tersebut. Allah berfirman:
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا
مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ
رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى
اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ
هَادٍ [٣٩:٢٣]
“Allah telah menurunkan perkataan
yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi
berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada
Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat
Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya
seorang pemimpinpun.” (QS. Az-Zumar: 23)
Ayat di atas menyebutkan, bahwa Al-Qur’an mampu
mengantarkan pembacanya kepada ketenangan jiwa, kestabilan emosi. Itu terjadi
karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang dijadikan Allah sebagai penyembuh bagi
yang sakit, rahmat bagi mereka yang mau berpedoman dengan Al-Qur’an. Dan sebaliknya,
orang yang tidak mau, enggan dengan Al-Qur’an, keengganannya hanya akan
menambah kesengsaraan, kesesatan, kegersangan jiwa, dan kerugian di dunia dan
di akhirat. Allah berfirman:
وَنُنَزِّلُ
مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ
الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi
penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’: 82)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن
رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah
datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit
(yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang
beriman”. (QS. Yunus: 57)
Membaca
yang dimaksud di sini bisa membaca tanpa memahami maknanya. Tentu bacaan yang
akan menjadi penyembuh adalah bacaan yang diniatkan ikhlas. Rasa tenang dalam
jiwa akan diturunkan oleh Allah kepada mereka yang benar-benar membacanya
secara ikhlas dan menyerahkan dirinya secara total kepada Allah.
Mereka
yang mengalami kegundahan, kegelisahan, kegalauan dalam dirinya karena telah
berbuat salah, dosa, maka perasaan-perasaan tadi akan hilang dan jiwa menjadi
tenang dengan membaca Al-Qur’an. Karena membaca Al-Qur’an adalah sebuah
kebaikan. Dan kebaikan dapat menghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Rasulullah saw
bersabda:
(من قرأ حرْفاً من كتاب
الله ؛ فله به حسنة، والحسنة بعشْرِ أمثالها ، لا أقول : (الم ) حرف ، ولكن
ألف حرف ، ولام حرف، وميم حرف).
أخرجه البخاري في "التاريخ "
(1/216/679)
“barang
siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu
kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan. Aku (nabi)
tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif itu satu huruf,
Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Bukhari)
Jika
membaca tanpa memahami maknanya saja dapat menyembuhkan dan menghilangkan
kegalauan, kegelisahan diri apalagi jika sampai pada tahap memahami makna ayat-ayat
Al-Qur’an yang kita baca. Allah akan menurunkan ketenangan dalam diri kita jika
kita mau mempelajari isi kandungan Al-Qur’an.
ما
اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله و يتدارسونه بينهم إلا نزلت
عليهم السكينة و غشيتهم الرحمة و حفتهم الملائكة و ذكرهم الله فيمن عنده (رواه
مسلم)
“Tidaklah suatu
kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk melantunkan Al-Qur’an dan
saling mengkajinya di antara mereka melainkanakan turun kepada mereka
ketenangan, mereka akan diliputi rahmat Allah, para malaikat akan
mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut mereka kepada makhluk yang ada di
sisi Allah” (HR. Muslim)
Kita
tidak perlu heran dengan keajaiban yang dimiliki oleh Al-Qur’an. Karena ia
adalah firman Allah, kalam yang terbaik, tidak ada kalam yang mengunggulinya
dari aspek apapun.
Memang
bagi orang yang beriman tidak cukup hanya sekedar membaca dan memahami lalu
berhenti pada tahap itu. Idealnya bagi kita yang mengaku beriman, harus sampai
pada tahap mengamalkan isi al-qur’an dan mendakwahkannya kepada orang lain. Jika
kita sampai pada tahap ini, jelas kita akan mendapatkan dan merasakan rahmat
Allah yang tidak ada bandingannya. Kebahagiaan, ketenangan batin, dan pengadian
yang total kepada Allah akan terasa indah.
Wallahu a’lamu bish shawab.
(Muhammad Shaleh, ditulis tgl 30 Januari 2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
apa komentarmu?